Minggu, 24 April 2016

MASALAH SOVER PARAMETER EXCEL

Pada posting sebelumnya telah kita pahami pentingnya kompetensi problem solving dalam kehidupan sehari-hari dalam menyelesaikan masalah termasuk masalah di proyek yang kompleksitasnya tinggi. Pada posting kali ini akan diberikan informasi mengenai dasar-dasar kompetensi problem solving.
Sejarah Awal
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University. Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yg terlibat dlm memecahkan masalah status kontroversi secara memadai yaitu:
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian
Pemahaman Dasar
Dalam rangka mempercepat pemahaman dalam rangka aplikasi metode problem solving yang efektif di proyek, berikut diberikan definisi terkait dengan Problem Solving:
  • Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namur gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.
  • Masalah adalah jarak yg membentang antara keadaan sekarang vs tujuan yg hendak dicapai / suatu kondisi yg berpotensi menimbulkan kerugian luar biasa / keuntungan luar biasa. Masalah terdiri dari:
1.      Masalah terstruktur terdiri dari elemen2 dan hubungan2 antar-elemen yg semuanya dipahami oleh pemecah.
2.      Masalah tak terstruktur berisikan elemen2 atau hubungan2 antar elemen yg tdk dipahami oleh pemecah masalah.
3.      Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen2 atau hubungan yg dimengerti oleh pemecah masalah. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yg sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar adalah masalah semi-terstruktur.
  • Setiap problem / masalah berisi tiga ciri :
1.          The initial state (keadaan awal) : menggambarkan situasi dimulainya dari problem.
2.          The goal state (mencapai tujuan) : tujuan tercapai bila anda menyelesaikan masalah.
3.          The obstacles (tantangan) : menggambarkan pembatasan yang membuat sulit memulai/meneruskan dari keadaan awal ke tujuan. Tantangan adalah hipotesis problem yang seharusnya mengikuti
Bentuk Berfikir Problem Solving
Dalam proses analisa situasi, dibutuhkan pula proses berfikir /  transfer of training sebab pada hakikatnya berfikir adalah sebuah latihan yg dilakukan secara terus menerus sehingga kerangka logis dan kebiasaan kerja keras dalam berfikir dapat berakibat pada kemajuan berfikir untuk bidang lain. Adapun bentuk2 berfikir dalam hubungannya dengan proses pemecahan masalah:
1.     Berfikir dengan pengalaman, pada bentuk ini seseorang lebih banyak menghimpun pengalaman2 dlm menyelesaikan masalah.
2.     Berfikir representative, pada bentuk ini proses berfikir sangat tergantung pada tanggapan dan ingatan2 saja.
3.     Berfikir creative, bentuk ini menekankan pentingnya menghasilkan temuan2 baru dgn menggunakan metode2 yg telah ada /dgn mengajukan metode baru yg lebih cocok.
4.     Berfikir reproduktif, metode ini dengan memikirkan kembali dan mencocokkan dengan sesuatu yg telah terfikirkan sebelumnya.
5.     Berfikir rasional, dalam menghadapi masalah maka dibutuhkan proses berfikir logis atau menggunakan keaktifan logis.
Berfikir kreatif tidak dimiliki sejak lahir, tapi akan didapat dan ditingkatkan melalui suatu latihan langsung. Otak adalah sebuah mobil yg didesign bagus, tapi perlu pengemudi yg  terlatih, efektif & efisien.
Gaya / Style Terhadap Masalah
Pimpinan dapat dibagi  dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles), yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.
1.          Penghindar masalah (problem avoider). Pemimpin kelompok ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Berusaha menghalangi kemungkinan masalah dgn mengabaikan informasi / menghindarinya sepanjang perencanaan.
2.          Pemecah masalah (problem solver). Pemimpin jenis ini tidak mencari masalah, tetapi juga tidak menghindarinya. Jika timbal statu masalah, maka masalahnya akan diselesaikan.
3.          Pencari masalah (problem seeker). Pemimpin jenis ini biasanya dapat menikmati pemecahan masalah dan selalu mencarinya.
Tujuh Kerangka Berpikir Problem Solving
Ada tujuh kerangka berfikir dalam problem solving, yaitu:
1. Originalitas dan Kemandirian, pendekatan originalitas dan kemandirian ini menjadi dasar agar tidak selalu bertitik tolak pada permasalahan biasa, tetapi masuk pada kondisi untuk mencari sesuatu yg baru dalam pemecahan masalah.
2. Menentukan Target, menentukan target yg tepat dan berkonsentrasi kepadanya dengan menyortir kegiatan2 yang berhubungan langsung dengan target tersebut.
3. Memecahkan Masalah Berulang-ulang, embuat model permasalahan, melakukan simulasi, dan mencoba model tersebut kepada permasalahan yg lain, lalu mensimulasinya kembali secara berulang2, sehingga jawaban dari permasalahan yg terjadi memiliki sifat stabil.
4. Memiliki Sistem Khusus, keberhasilan memecahkan suatu masalah akan memunculkan masalah lain. Hal ini karena satu masalah yg kita hadapi adalah bagian dari sistem permasalahan yg integral, sehingga diperlukan sistem pemecahan masalah yg mencakup keleluasaan elemen dan dimensi permasalahan yg sedang dihadapi.
5. Mengumpulkan Informasi yg Akurat, informasi yg akurat menentukan keberhasilan pemecahan masalah. Ini termasuk keahlian dlm mencari & meracik berbagai informasi yg didapatkan.
6. Orientasi kepada Orang Lain, pemecahan suatu masalah harus bersifat universal, sehingga setiap orang yg memiliki permasalahan yg sama bisa memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan yg pernah dilakukan pendahulunya.
7. Memperbaiki Jadwal dan Program Kerja, kunci dalam memecahkan masalah yaitu menentukan tujuan atau target yg lebih besar, lalu menentukan pembaharuan sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya masalah baru, lalu dilakukan dengan keyakinan dan manajemen yg baik.
Langkah Sistematis Problem Solving
Terdapat beberapa langkah yang sistematis dalam problem solving, yaitu:
1.          Tetapkan Tujuan
2.          Tulis / petakan permasalahan yg ada
3.          Cari akar permasalahan yang mungkin
4.          Kembangkan hipotesis
5.          Tetapkan analisis dan informasi yang diperlukan untuk menguji hipotesis
6.          Kembangkan berbagai alternatif solusi
7.          Seleksi alternatif solusi
8.          Susun prioritas tindakan
9.          Kembangkan rencana implementasi

Untuk Bahan  Download File Sover 

Rabu, 20 April 2016

SOLVER PARAMETER EXCEL
Solver adalah program tambahan Microsoft Excel yang bisa Anda gunakan untuk analisis bagaimana-jika. Gunakan Solver untuk menemukan nilai optimal (maksimum atau minimum) untuk rumus di dalam satu sel — yang disebut sel tujuan — tunduk pada batasan, atau batas, pada nilai dari sel rumus lain pada lembar kerja. Solver bekerja dengan grup sel, yang disebut variabel keputusan atau sel variabel sederhana yang digunakan dalam penghitungan rumus di dalam sel tujuan dan batasan. Solver menyesuaikan nilai di dalam sel variabel keputusan untuk memenuhi batas pada sel batasan dan memberikan hasil yang Anda inginkan untuk sel tujuan

  Menetapkan dan menyelesaikan masalah

  1. Pada tab Data, di grup Analisis, klik Solver.
    Grup Analisis pada tab Data

    Jika perintah Solver atau grup Analisis tidak tersedia, Anda harus mengaktifkan Solver add-in.
    Cara mengaktifkan add-in Solver 
    1. Klik tab File, klik Opsi, lalu klik kategori Add-In.
    2. Di dalam kotak Kelola, klik Add-in Excel, lalu klik Buka.
    3. Di dalam kotak Add-in tersedia, pilih kotak centang Add-in Solver, lalu klik OK.
  1. Di dalam kotak Tetapkan Tujuan, masukkan referensi sel atau nama untuk sel tujuan. Sel tujuan harus berisi sebuah rumus.
  2. Lakukan salah satu hal berikut ini:
    • Jika Anda ingin nilai sel tujuan menjadi sebesar mungkin, klik Maks.
    • Jika Anda ingin nilai sel tujuan menjadi sekecil mungkin, klik Min.
    • Jika Anda ingin sel tujuan menjadi nilai tertentu, klik Nilai sebesar, lalu ketik nilai di dalam kotak.
  3. Di kotak Dengan Mengubah Sel Variabel, masukkan nama atau referensi untuk setiap rentang sel variabel keputusan. Pisahkan referensi yang tidak berdekatan dengan koma. Sel variabel harus terkait langsung atau tidak langsung dengan sel tujuan. Anda dapat menetapkan sampai 200 sel variabel.
  4. Di kotak Tunduk pada Batasan, masukkan batasan apa saja yang ingin Anda terapkan dengan melakukan hal berikut ini:
    1. Di kotak dialog Parameter Solver, klik Tambahkan.
    2. Di dalam kotak Referensi Sel, masukkan referensi sel atau nama rentang sel yang ingin Anda batasi nilainya.
    3. Klik hubungan ( <=, =, >=, int, bin, atau dif ) yang Anda inginkan antara referensi sel dan batasan. Jika Anda klik int, bilangan bulat akan muncul di kotak Batasan. Jika Anda mengklik bin, biner nampak di dalam kotak Batasan. Jika Anda mengklik dif, alldifferent nampak di dalam kotak Batasan.
    4. Jika Anda memilih <=, =, or >= untuk hubungan di dalam kotak Batasan, ketikkan nomor, referensi sel atau nama, atau rumus.
    5. Lakukan salah satu hal berikut ini:
      • Untuk menerima batasan dan menambah batasan yang lainnya, klik Tambahkan.
      • Untuk menerima batasan dan kembali ke kotak dialog Parameter Solver, klik OK.
        Catatan    Anda dapat menerapkan hubungan int, bin, dan dif hanya dalam batasan pada sel variabel keputusan .
        Anda dapat mengubah atau menghapus batasan yang ada dengan melakukan hal berikut ini:
    6. Di dalam kotak dialog Parameter Solver, klik batasan yang ingin Anda ubah atau hapus.
    7. Klik Ubah lalu buat perubahan Anda, atau klik Hapus.
  5. Klik Selesaikan dan lakukan salah satu hal berikut ini:
    • Untuk menyimpan nilai solusi pada lembar kerja, di kotak dialog Hasil Solver, klik Pertahankan Solusi Solver.
    • Untuk memulihkan nilai awalnya sebelum Anda mengklik Selesaikan, klik Pulihkan Nilai Asli.
    • Anda dapat menyela proses solusi dengan menekan Esc. Excel menghitung ulang lembar kerja dengan nilai terakhir yang ditemukan untuk sel variabel keputusan.
    • Untuk membuat laporan yang berdasarkan solusi Anda setelah Solver menemukan solusi, Anda bisa mengklik tipe laporan di dalam kotak Laporan lalu klik OK. Laporan dibuat pada lembar kerja baru di dalam buku kerja Anda. Jika Solver tidak menemukan solusi, maka hanya laporan tertentu atau tidak ada laporan yang tersedia.
    • Untuk menyimpan nilai sel variabel keputusan Anda sebagai sebuah skenario yang bisa Anda tampilkan kemudian, klik Simpan Skenario di dalam kotak dialog Hasil Solver, lalu ketik nama untuk skenario di dalam kotak Nama Skenario.

Menelusuri solusi uji coba Solver

  1. Setelah Anda menentukan permasalahan, klik Opsi di dalam kotak dialog Parameter Solver.
  2. Di kotak dialog Opsi, pilih kotak centang Perlihatkan Hasil Perulangan untuk melihat nilai setiap solusi uji coba, lalu klik OK.
  3. Di kotak dialog Parameter Solver, klik Selesaikan.
  4. Di kotak dialog Perlihatkan Solusi Uji Coba, lakukan salah satu hal berikut ini:
    • Untuk menghentikan proses solusi dan menampilkan kotak dialog Hasil Solver, klik Hentikan.
    • Untuk meneruskan proses solusi dan menampilkan solusi uji coba selanjutnya, klik Lanjutkan.

Mengubah cara Solver menemukan solusi

  1. Di kotak dialog Parameter Solver, klik Opsi.
  2. Pilih atau masukkan nilai untuk setiap opsi pada tab Semua Metode, GRG Nonlinear, dan Evolusioner di dalam kotak dialog.

Menyimpan atau memuat model masalah

  1. Di kotak dialog Parameter Solver, klik Muat/Simpan.
  2. Masukkan rentang sel untuk area model, dan klik Simpan atau Muat.
    Ketika Anda menyimpan sebuah model, masukkan referensi untuk sel pertama daerah vertikal untuk sel kosong yang ingin Anda tempatkan model masalahnya. Ketika Anda memuat sebuah model, masukkan referensi untuk seluruh rentang sel yang berisi model masalah.
    Tips    Anda dapat menyimpan pilihan terakhir di kotak dialog Parameter Solver dengan lembar kerja dengan meyimpan buku kerja. Setiap lembar kerja di dalam buku kerja bisa mempunyai pilihan Solver sendiri, dan semuanya tersimpan. Anda juga dapat menetapkan lebih dari satu masalah untuk lembar kerja dengan mengklik Muat/Simpan untuk menyimpan masalah secara individual.

Metode penyelesaian menggunakan Solver

Anda dapat memilih dari ketiga algoritma atau metode penyelesaian di dalam kotak dialog Parameter Solver:
  • Generalized Reduced Gradient (GRG) Nonlinear    Gunakan untuk masalah non linear yang halus.
  • LP Simplex    Gunakan untuk masalah linear.
  • Evolusioner    Gunakan untuk masalah yang tidak halus.
    FROM https://support.office.com/id-id/article/Menetapkan-dan-menyelesaikan-masalah-dengan-menggunakan-Solver-5d1a388f-079d-43ac-a7eb-f63e45925040

Jumat, 01 April 2016

Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi


Pembangunan Ekonomi tak dapan lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth), pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Yang dimaksut dengan pertumbuhan ekonoi adalah proses kenaikan produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
1.      Pembangunan sebagai suatu proses
Artinya bahwa pembangunan merupakan suatu tahap yang harusdijalani oleh setiap masyarakat atau bangsa.
2.      Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Artinya sebagai suatu usaha pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita.
3.      Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Artinya suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung menigkat.
A.                 Bagaimana peristiwa reformasi paradigma ekonomi di masa yang lalu ?
Sabtu 12 Februari 2011, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ir. Hatta Radjasa menyampaikan materi kuliah umum yang bertempat di Aula Barat ITB. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan kuliah umum dengan tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi dan Geopolotik Indonesia”.
Beliau menyampaikan visinya yang berupa Paradigma Pembangunan Ekonomi Indonesia selama beberapa tahun belakangan ini, yang telah mengalami beberapa kali reformasi dalam segala bidang, salah satunya ekonomi.
Yang diawali pada tahun 1997, terjadi peristiwa reformasi yang menyebabkan perekonomian luluh lantak hingga mencapai titik terendah dalam sejarah perekonomian bangsa. Luluh lantaknya perekonomian pada masa ini, hampir menyebabkan terpecahnya Indonesia menjadi negara Balkan.
Sejalan dengan reformasi Indonesia, perekonomian Indonesia pun bereformasi dari sistem perekonomian otoriter menjadi demokrasi, dari perekonomian sentralisasi menjadi desentralisasi.
Sampai tahun 2004, walaupun belum menunjukkan kepulihan total, perekonomian Indonesia mulai merangkak perlahan menuju kondisi yang lebih baik. Hampir seluruh pendapatan negara pada waktu itu digunakan untuk membayar hutang. Tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat tajam.
Pada tahun 2010, perekonomian tumbuh semakin baik, bakan beberapa melebihi target yang ditetapkan. Hutang mulai berkurang, meskipun tingkat kesenjangan masih tinggi.
Visi 2025 sebagai paradigma baru perekonomian Indonesia, akan lebih berkonsentrasi pada perekonomian yang berbasis nasional dan sumber daya alam. Selama ini, Indonesia adalah negara yang mengandalkan sumber daya alam bahan mentah sebagai pemasukan utamanya. Indonesia hanya menjual sumber daya tersebut ke negara asing.
Sumber daya alam yang selama ini hanya sebagai sumber devisa, akan menjadi pusat utama industri dan pertumbuhan ekonomi yang sepenuhnya untuk kepentingan nasional. Seluruh sumber daya alam akan diolah dan diproduksi di dalam negeri. Tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di seluruh pulau di Indonesia dengan membangun kluster-kluster industri.
Guna mewujudkan Visi 2025 ini, bangsa kita masih harus menghadapi tantangan, antara lain: kesenjangan pembangunan antar wilayah dan infrastruktur yang terbatas. Namun di sisi lain, kita memiliki sumber daya manusia yang melimpah dan kekayaaan sumber daya alam sebagai modal awal.
Sayangnya kualitas manusia Indonesia masih harus ditingkatkan untuk dapat menggali potensi sumber daya alam. Di sinilah peran institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung, sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi, untuk mencetak manusia yang berkualitas, berinovasi, dan kreatif, sehingga dapat menggerakkan roda industri dan ekonomi Indonesia.
B.                 Apa Kebijakan Pembangunan Nasional ?
Pembangunan di Indonesia senantiasa diarahkan agar perekonomian Indonesia mengalami akselerasi pertumbuhan yang tinggi, baik pada Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I) maupun Pembangunan Jangka Panjang Kedua (PJP II). Pemerintah Indonesia berpedoman bahwa persoalan pertumbuhan ekonomi adalah masalah ekonomi jangka panjang, sehingga mesti diletakkan dalam setiap kerangka pembangunan jangka panjang. Jangka waktu yang relatif lama (20-25 tahun) tersebut dipergunakan untuk mengukur berapa sebenarnya capaian tingkat pertumbuhan ekonomi yang telah diraih. Pada PJP I misalnya, pertumbuhan ekonomi direncanakan mengalami peningkatan secara bertahap pada kisaran 6,2% pertahun. Pada PJP II, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan menigkat 7,3%. Sasarannya adalah peningkatan pendapatan per kapita $2600 pada akhir PJP II (RPJNasional 2005-2025)
C.                 Apakah Paradigma Baru Kebijakan Pembangunan Ekonomi di Tingkat Daerah ?
Menurut Kuncoro, teori pembangunan yang ada selama ini memang belum berhasil menguoas secara tuntas mengenai kegiatan-kegiatan pembangunan ekonomi yang ada di daerah. Karena itulah sangat penting untuk melakukan perumusan ulang paradigma baru perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih komprehensif, diperlukan suatu sintesis di antara berbagai pendekatan yang ada, sehingga bisa dihasilkan rumusan baru tentang paradigma baru pembangunan ekonomi didaerah secara lebih tepat.
Paradigma baru pembangunan ekonomi daerah mencakup hal berikut
1.      Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi daerah bersangkutan, serta kebutuhan dan kemampuan daerah menjalankan pembangunan.
2.      Pembangunan daerah tidak hanya terkait dengan sektor ekonomi semata, melaikan keberhasilannya juga terkait dengan faktor lainnya seperti sosial, politik, hukum, budaya, birokrasi dan lainnya.
3.      Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan yang memiliki pengaruh untuk menggerakkan sektor lainnya secara cepat.
Di era otonomi, pembangunan ekonomi haruslah dilakukan secara serentak pada setiap sektor, walaupun untuk negara (daerah) berkembang, pembangunan ekonomi tidak dilakukan secara serentak (unbalanced growth) yaitu dengan menetapkan sektor unggulan, dimana sektor unggulan ini akan berimplikasi kedepan (forward linkages) dan hubungan kebelakang (backward linkages).
D.                 Apakah Paradigma Baru Pembanguan itu ?
Kalai pada model awal pembangunan yang ditekankan adalah perlunya kapitalisasi, kemudian dalam model distribusi sosial muncul kesadaran akan keadaan marginalitas yang dihasilkan oleh konsep pembangunan dengan arti pertumbuhan, maka kemudian tampil sejumlah pengulas teori pembangunan terutama yan berasal dari negara berkembang sendiri, seperti Amerika Latin yang meninjaunya dari sudut tekanan historis mengenai hubungan antara negara maju dengan negara terbelakang.
Bagi kelompok analis ini, yang menjadi masalah utama yang sebenarnya bukan terletak pada kuantitas oertumbuhan ekonomi (seperti yang diukur dengan presentase tingkat pertumbuhan pertahun), ataupun pada kualitas pertumbuhan sosial, melainkan pada kualitas dari proses pencapaian pertumbuhan itu sendiri.
Pandangan ini tetap mengakui pentingnya pembangunan ekonomi dan sosial, namun menurut mereka persoalan kunci adalah siapa yang mengendalikan pembangunan? Apakah negara-negara yang sedang membangun itu merupakan objek pembangunan, kendali tujuan berada di tangan seseorang di luar mereka atau mereka merupakan subjek pembangunan, yakni mengendalikan sendiri tujuan mereka itu. Dalam menjawab pertanyaan inilah kemudian muncul teori dependensi (ketergantungan) dan teori keterbelakangan (underdevelopment)
E.                  Apa dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi Nasional ?
Didalam Pembangunan Ekonomi yang berlangsung di suatu negara akan membawa dampak baik positif maupun negatif, didalam dampak ini harus diperhatikan oleh petinggi-petinggi negara agar menjadi sebuah acuan untuk menjadikan Perkembangan Ekonomi tersebut akan membaik.
Dampak positif tersebut diantaranya adalah
·         Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
·         Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
·         Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
·         Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan menjadi semakin beragam dan dinamis.
·         Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk dampak Negatif Pembangunan Ekonomi, diantaranya adalah
·         Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup
·         Industrilisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian
·         Pembangunan yang tidak merata keseluruh daerah mengakibatkan ke iri dengkian masyarakat.
 TUGAS STUDI KASUS ANALISA PROYEK DOWNLOAD DISINI

Minggu, 27 Maret 2016



MANUSIA
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk multi-dimensi yang berarti terdapat beberapa dimensi dalam diri manusia. Istilah Homo Socius yang diungkapkan oleh Aristoteles yang artinya manusia adalah makhluk sosial menunjukan bahwa manusia memiliki dimensi sosial dalam dirinya. Akan tetapi dalam diri manusia tidak hanya terdapat dimensi sosial saja, terdapat tiga dimensi lagi selain dimensi sosial yang membentuk diri manusia, yaitu dimensi fisik, mental dan spiritual.
Menjadi manusia seutuhnya dengan penyatuan dimensi lahir batin yang sama, ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah. Barangkali mudah untuk diucapkan dan sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang hanya berhenti pada tatanan aturan-aturan lahiriah saja, melupakan aspek yang jauh lebih penting dalam hidupnya yaitu dimensi batin, sehingga yang terjadi adalah kekeringan spiritual dan terbatas pada kebahagiaan duniawi yang semu dan sesaat.
di dalam tubuh manusia terdapat jiwa dan di dalam jiwa terdapat hati dan roh. Jiwa tidak bisa ada tanpa adanya roh. Dalam ilustrasi tersebut, dapat dilihat bahwa inti dari hati adalah hati nurani. Hati nurani merupakan bagian terdalam dari hati, satu-satunya bagian diri yang mengetahui kebenaran sejati. Roh (diri sejati) tidak bisa ada tanpa adanya hati nurani.
Semasa kita hidup sebagai manusia, kesadaran fisik atau otak adalah lapisan luar dari kesadaran yang membungkus tingkat kesadaran yang lain. Meskipun kesadaran terdalam (jiwa dan roh) tahu apa yang terjadi, hanya kesadaran fisik yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Kesadaran yang lebih tinggi (jiwa dan roh) yang terletak di dalam, tidak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan, kecuali saat mengikuti ide atau keinginan dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dengan otak.
Begitu tubuh fisik berhenti bekerja, pusat kesadaran fisik (otak) pergi. Kesadaran jiwa, dengan hati dan jiwa di dalamnya, menjadi lapisan luar yang berinteraksi langsung dengan lingkungan. Kesadaran jiwa ini juga dikenal sebagai kesadaran perantara sebagai antarmuka antara manusia dan kesadaran roh agar roh dapat menggunakan tubuh fisik manusia untuk belajar di bumi sebagai manusia.

 Business analysis

Business analysis atau analisis bisnis adalah seperangkat tugas dan teknik yang digunakan untuk bekerja sebagai penghubung antara para pemangku kepentingan untuk memahami struktur, kebijakan, dan operasi dari suatu organisasi, dan merekomendasikan solusi yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Analisis bisnis mencakup memahami bagaimana organisasi berfungsi untuk mencapai tujuan mereka, dan mendefinisikan kapabilitas suatu organisasi untuk menyediakan produk dan layanan kepada para pemangku kepentingan eksternal. Ini meliputi definisi tujuan organisasi, bagaimana tujuan tersebut terhubung ke tujuan tertentu, menentukan program aksi sehingga suatu organisasi harus berusaha untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran, dan mendefinisikan bagaimana berbagai unit organisasi dan pemangku kepentingan di dalam dan di luar itu saling berinteraks
Business Analysis Approach
Pendekatan analisis bisnis/business analyst approach adalah definisi dari pendekatan yang akan diambil untuk analisis bisnis dalam inisiatif tertentu. Pendekatan analisis bisnis dapat menentukan peran tim, deliverables, teknik analisis, waktu dan frekuensi interaksi pemangku kepentingan/stakholder, dan unsur-unsur lain dari proses analisis bisnis. Metodologi adalah suatu pendekatan/apporach analisis bisnis formal dan berulang. Ini termasuk keputusan tentang dimana aset proses dari organisasi akan diterapkan dan setiap keputusan yang dibuat tentang tailoring proses untuk situasi tertentu.
Business Analyst
Seorang business analyst atau analis bisnis harus menganalisis dan mensintesa informasi yang diberikan oleh sebagian besar orang-orang yang berinteraksi dengan bisnis, seperti pelanggan, staf, profesional TI, dan eksekutif. Para analis bisnis bertanggung jawab untuk memunculkan kebutuhan sebenarnya dari para pemangku kepentingan, tidak hanya menyajikan keinginan mereka . Dalam banyak kasus, analis bisnis juga akan bekerja untuk memfasilitasi komunikasi antara unit organisasi. Secara khusus, analis bisnis sering memainkan peran sentral dalam menyelaraskan kebutuhan unit bisnis dengan kapabilitas yang disampaikan oleh teknologi informasi, dan dapat berfungsi sebagai “penerjemah” antara kelompok tersebut.
Business requirements
Business requirements adalah high level statements dari tujuan, sasaran, atau kebutuhan perusahaan. Business requirements menjelaskan alasan mengapa proyek telah diprakarsai, tujuan bahwa proyek ini dapat tercapai, dan metrik yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilannya. Business requirements menggambarkan kebutuhan organisasi secara keseluruhan, dan bukan kelompok atau pemangku kepentingan di dalamnya. Business requirements dikembangkan melalui analisis perusahaan.
Stakeholder Requirements
Stakeholder requirements adalah pernyataan dari kebutuhan stakeholder tertentu atau pemangku kepentingan. Mereka menggambarkan kebutuhan dari pemangku kepentingan tertentu dan bagaimana pemangku kepentingan tersebut akan berinteraksi dengan solusi yang akan dikembangkan. Stakeholder berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan bisnis dan berbagai kelas persyaratan solusi yang akan dikembangkan. Stakeholder requirements dikembangkan melalui analisis kebutuhan.
Solution Requirements
Solution requirements menggambarkan karakteristik solusi yang memenuhi persyaratan bisnis dan persyaratan pemangku kepentingan/stakeholder. Solution requirements dikembangkan melalui analisis kebutuhan. Solution requirements sering dibagi menjadi beberapa sub kategori, terutama ketika persyaratan menggambarkan solusi perangkat lunak.
Functional Requirements
Functional requirements menggambarkan perilaku dan informasi yang akan dikelola oleh solusi yang akan dikembangkan. Functional requirements menggambarkan kapabilitas dari sistem dalam merespon operational-specific tasks.
Non Functional Requirements
Non functional requirements menangkap kondisi yang tidak secara langsung berhubungan dengan perilaku atau fungsi dari solusi yang akan dikembangkan, menggambarkan lingkungan kondisi dimana solusi harus tetap bekerja secara efektif. Mereka juga dikenal sebagai kualitas atau persyaratan tambahan. Ini mencakup persyaratan yang berkaitan dengan kapasitas, kecepatan, keamanan, ketersediaan dan arsitektur informasi dan presentasi dari user interface.
Transition Requirements
Transition requirements menggambarkan kemampuan harus dimiliki oleh sebuah solusi dalam rangka memfasilitasi transisi dari keadaan saat ini (as-is) perusahaan untuk keadaan masa depan (to-be) yang diinginkan. Transition requirements tidak akan diperlukan setelah transisi telah berjalan secara lengkap. Transition requirements dibedakan dari jenis persyaratan/requirements lain karena mereka selalu bersifat sementara dan mereka tidak dapat dikembangkan sampai kedua solusi as-is dan to-be
didefinisikan. Transition requirements biasanya mencakup konversi data dari sistem yang ada, celah keterampilan yang harus dibenahi, dan perubahan terkait lainnya untuk mencapai keadaan to-be yang diinginkan. Transition requirements dikembangkan melalui penilaian solusi dan validasi.
Untuk Tugas Mata Kuliah Analisa Bisnis Komputer Lanjutan 1
Download di sini
 DI POSTED http://bpratomo.com/business-analysis-analisis-bisnis/

Selasa, 17 Juni 2014

Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan Perusahaan

A.  Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan Perusahaan
1.    Pengertian Manajemen Keuangan Perusahaan
Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan, dimana fungsi manajemen keuangan meliputi penghimpunan dan pendayagunaan dana. Karena itu, manajemen keuangan sering dipadamkan dengan manajemen aliran dana (Husnan, 1994; Anoraga dan Soegiastuti, 1996).
Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan Manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-urahnya dan menggunakannya seefektif, seefisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (aloocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.
a.    Liefman : usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
b.    Suad Husnan : manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
c.    Grestenberg : how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof business are distributed.
d.   James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengen perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
e.    Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggungjawabnya  berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi: keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan. (Weston dan Copeland, 1992:2)
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, pengenggaran, peeriksaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimilikioleh organisasi atau perusahaan.
Peranan aspek keuangan biasanya sangat erat hubungannya dengan manajemen puncak pada struktur organisasi perusahaan, oleh karena itu keputusan-keputusan di bidang keuangan menentukan hidup matinya perusahaan.[1]
2.    Fungsi Manajemen Keuangan
Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen pada suatu perusahaan.tugas pokok Manajer keuangan adalah merencanakan untuk memperoleh dana menggunakan dana tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek, yaitu:
a.    Aspek yang pertama yaitu dalam perencanaan dan prakiraan, di mana manajer keuanagan harus bekerja sama dengan para manajer yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
b.    Aspek yang kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaannya, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
c.    Aspek yang ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manjer lain diperusahaan agar perusahaan dapat beropersi seefisien mungkin.
d.   Aspek yang keempat menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal.
Dari keempat aspek tersebut di atas disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuanngan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang akan mempengaruhi nilai perusahaan.[2]
Adapun fungsi manajemen keuangan yaitu:
a.    Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b.    Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c.    Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d.   Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
e.    Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan dserta menyimpan data tersebut dengan aman.
f.     Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
g.    Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
B.  Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan
1.    Peran Manajer Keuangan
Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan manajer keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana.
Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh manajer keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat. Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi sumber-sumber daya adalah sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi secara optimal.
Hal ini juga penting untuk menjamin bahwa individu-individu dapat mencapai kepuasaan tertinggi bagi kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka. Jadi, melalui investasi, pembelanjaan dan pengelolaan aset-aset secara efisien, manajer Keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekayaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
2.    Tugas Manajer Keuangan
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
a.    Perolehan dana dengan biaya murah
b.    Penggunaan dana efektif dan efisien
c.    Analisis laporan keuangan
d.   Analisis lingkungan internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut lima aspek, yaitu:
a.    Peramalan dan perencanaan
Mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
b.    Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan
Membantu dan menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutuskan aset spesipik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
c.    Koordinasi dan kontrol
Berinteraksi dengan karyawan-karyawan lai untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
d.   Berinteraksi dengan pasar keuangan
Berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
e.    Manajemen risiko
Bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara keseluruhan termasuk mengidentifikasi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.
Dari kelima asepek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai persahaan.
3.    Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah dilakukannya. Adapun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan dikelompokkan ke dalam tiga jenis :
a.    Mengambil keputusan investasi/pembelanjaan aktif (investment decision) menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekelompok kesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai paling menguntungkan.
1)   Implementasi dari allocation off funds (aktivitas penggunaan dana).
2)   Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
3)   Tercermin disisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.          
b.    Mengambil keputusan pendanaan/pembelanjaan pasif (financing decision) menyangkut masalah pemulihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling muarh.
1)   Implementasi dari rasing of funds (aktivitas perolehan dana), meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
2)   Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan neraca.
3)   Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi : saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payabel atau open account) utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.
c.    Mengambil keputusan dividen (dividend decision) menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham.
1)   Berhubungan dengan penentuan persentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
2)   Penentuan stock dividend dan pembelian kembali saham.
Keputusan-keputusan tersebut harus diambil dalam kerangka tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan, yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah harga yang terbentuk seandainya perusahaan dijual. Apabila perusahaan “go public” maka nilai perusahaan ini akan dicerminakan oleh harga saham perusahaan tersebut. Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka pemilik perusahaan menjadi lebih makmur sehingga merekan menjadi lebih senang.
Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
C.  Capital Budgeting (Penganggaran Modal)
Penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelajaran pengeluaran modal minsalnya untuk pembelian equinpment baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran modal melibatkan suatu pengikut (penanaman) dana dimasa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki dimasa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung risiko. Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengeluran dan jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun. Termasuk dalam kategori pengeluaran dana ini adalah pengeluaran dana untuk pembeli aktiva tetap seperti tanah, bangunan, dan peralatan lainnya.
Motif-motif yang sering dipakai orang dalam penggunaan penganggaran modal:
1.    Expansi (perluasan) untuk membuka cabang. Dalam investasi awal diperlukan modal yang cukup besar.
2.    Replacement (penggantian) mengganti sesuatu yang sudah usang menjadi baru.
3.    Renewal (pembaharuan) tambal sulam lain-lain: mau dijadikan paten, trademark (dalam aktiva yang tidak berwujud).
a.    Istilah-istilah dalam Capital Budgeting
1)   Independent projects. Proyek yang tidak ada keterkaitannya dengan proyek lainnya. Contoh: buka bisnis salon dan buka resto.
2)   Mutually exclusive project. Proyek-proyek yang tidak ada hubungannya tapi terkait oleh keterbatasan dana.
3)   Unlimited fund. Proyek dengan dana yang tidak terbatas.
b.    Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi dan metode yang mendasarkan perhitunganatas dasar cash flow (arus kas masuk). Arus kas masuk dari penjualan barang dan jasa, pendapatan dividen, pendapatan bunga, dan penerimaan operasi lainnya. Setiap usulan pengeluaran modal (capital expenditure) selalu mengandung dua macam aliraqn kas, yaitu:
1)   Aliran kas keluar netto (net cash outflow), yaitu aliran uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru.
2)   Aliran kas masuk netto (net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds.
Ada beberapa metode dalam perhitungan atau penilaian investasi yaitu:
1)   Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur beberapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan denga total average investment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang disyaratka proyek ditolak.
Kelebihan metode ini yaitu:
a)    Sederhana dan mudah dimengerti.
b)    Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan tambahan.
Kelemahan dari metode ini yaitu:
a)    Tidak memperhitungkan “time value of money”.
b)   Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dari investasi yang bersangkutan.
c)    Merupakan pendekatan jangka pendek denga menggunakan angka rata-rata yang menyesatkan.
d)   Kurang memperhatikan jangka waktu investasi.
2)   Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karena dasar yang digunakan adalah aliran kas, buka laba. Karena itu satuan hasilnya buka persentase, tapi satuan waktu. Kalau periode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.
Namun problem utamanya adalah sulitnya menentukan periode payback maksimum yang disyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding. Dalam praktiknya, yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Kelemahan lain dari metode ini adalah diabaikannya nilai waktu uang dan diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Akhirnya kelemahan pertama diatasi oleh metode Discounted Cash Flow.
Misalnya proyek A dengan investasi 20 juta, denga usiaekonomis 6 tahun, memiliki aliran kas 6,5 juta per tahun. Proyek B denga investasi 20 juta juga, usia ekonomis 10 tahun, aliran kas 6 juta per tahun. Tingkat bunga yang dianggap relevan adalah 10%. Maka dalam waktu kurang 4 tahun, investasi A akan kembali, sedangkan investasi B membutuhkan waktu lebih 4 tahun.
Namun secara total investasi B akan memberikan tambahan kas yang lebih banyak (karena usia ekonomis yang lebih lama). Jadi dengan DFC ini hanya menyelesaikan masalah diabaikannya nilai waktu uang saja, tetapi belum dapat mengatasi masalah diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Namun demikian cara ini tetap populer digunakan, namaun hanya sebagai pelengkap penilaian investasi saja, terutama untuk perusahaan yang menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.  
3)   Metode Net Pesent Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) di mas yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang dianggap relevan. Apabila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang lebih besar daripada nilai nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan dsehingga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena merugikan.
Metode ini cukup populer digunakan dalam penilaian investasi, karena mampu mengatasi kelemaha dari metode penilaian lain, yaitu memerhatikan nilai waktu dari uang (time value of money). Net present value dari suatu investasi didefinisikan sebagai pengurangan dari present value cash outflow (proceeds) dikurangi present value cash outflow (outlays).
Jika
Artinya
Sehingga
NPV > 0
Investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan.
Proyek bisa dijalankan
NPV < 0
Investasi yang dilakukan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Proyek ditolak
NPV = 0
Investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung atau rugi.
Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuntungan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap pisitioning perusahaan.
4)   Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa-masa mendatang. Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka dikatakan menguntungkan, tetapi apabila tingkat bunganya lebih kecil maka investasi dikatakan merugikan.
5)   Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang dengan nilai sekarang investasi. Apabila Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi apabila kurang, maka dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaiman metode NPV, maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.
c.    Perencanaan Keuangan (Financial Planning)
Kunci dari manajemen keuangan yang efektif adalah pembuatan rencana keuangan. Rencana keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang di cari di masa yang akan datang.
1)   Mengapa Perusahaan Membutuhkan Dana
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya uasaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran:
a)    Pengeluaran jangka pendek (Short Term/Operatinge Expenditures)
b)   Pengeluaran jangka panjang (Long Term/Capital Expenditures)
2)   Pembelanjaan atau Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilkan laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.
d.   Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana jangka pendek meliputi:
1)   Trade Credit (utang dagang) berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan, barang telah dapat didterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian. Pinjaman bank jangka pendek dengan jaminan (Scured Short Term Loan) merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting. Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan (Unsecured Short Term Loan) pinjaman ini merupakan sssumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.
2)   Letter Of Credit yaitu janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.
3)   Commercial Paper yaitu surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
4)   Faktoring, Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui faktoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5 fakto (perusahaan pembali piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.
e.    Sumber Dana Jangka Panjang
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjang untuk memennuhi pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap, agar bisa memulai usahanya, perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan. pencarian dana jangka panjang diperoleh dari:
1)   Pembelian melalui utang
a)    Utang jangka panjang
b)   Obligasi perusahaan
2)   Pembiayaan dengan modal sendiri (Equity Financing)
a)    Saham biasa
b)   Laba ditahan
D.  Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah memaksimalkan nilai kekayaan para pemegang saham. Nilai kekayaan dapat dilihat melalui perkembangan harga saham (common stock) perusahaan di pasar.[3]
Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefesienan yaitu:
1.    Tujuan normatif manajemen keuangan
Mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkannilai perusahaan.
a.    Tujuan memaksimalkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
b.    Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
c.    Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
d.   Memaksimalkan kemakmuaran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
e.    Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.
2.    Nilai perusahaan yang belum go-public dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual.
Nilai aset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungankerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
a.    Perusahaan belum/tidak go-public harga seandainya perusahaan dijual.
b.    Perusahaan go-public harga saham yang dijal-belikan dipasar modal.
Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:
a.    Memaksimalisasikan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:
1)   Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasil penjualan saham diinvestasikan pada deposito atau obligasi pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar  tetapi keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehingga kondisi perusahaan tidakbaik.
2)   Terminologi profit memiliki pengertianganda, disebabkan terdapat banyak definisi profit.
b.    Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba perlembar  saham (earning per share= EPS) alasannya:
1)   Tujuan memaksimalkan laba tidak memerhatikan waktu danlamanya keunutngan yang diharapkan.
2)   Tidak mempertimbangkan risikoatau ketidakpastian dari keuntungan dimasa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.
E.  Prinsip Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan bukan hanya membahas seputar pencatatan akuntansi. Manajemen keuangan merupakan bagian terpenting dari menajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas mandiri yang menjadi pekerjaan orang keuangan (bendahara), tetapi merupakan tugas bersama. Manajemen keuangan pada NGO lebih diibaratkan pada pemeliharaan suatu kendaraan. Apabila manusia tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik yaitu efektif dan efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat merusak ditengah jalan dan pasti akan gagal dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam praktiknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi atau menjaga kestabilan keuangan perusahaan agar tetap berjalan dengan baik sehingga tercapai tujuan yang akan dicapai. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik perlu adanya identifikasi secara seksama mengenai prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik. Ada 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan:
1.    Konsistensi (Consistency)
Sistem dan kebijakan dari organisasi (perusahaan) harus konsisten / stabil dari waktu ke waktu. Hal ini diartikan bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubaha di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan perusahaan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi/ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan.
2.    Akuntabilitas (Accountabilily)
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang diberikan kepada pihak ketiga yang telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional, moral dan hukum, untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah merekaambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana NGO menggunakan sumber dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan. 
3.    Transparansi (Transparency)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan termasuk di dalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
4.    Kelangsungan Hidup (Viability)
Kelangsungan hidup termasuk prinsip manajemen keuangan perusahaan hal ini dimaksudkan agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannnya.
5.    Integritas (Integrity)
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.
6.    Pengelolaan (Stewardship)
Organisasi harusdapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktik, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui: berhati-hati dalam perencanaan strategik, identifikasi risiko-risiko keuangan dan membuat sistem pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.
7.    Standar Akuntansi (Accounting Standars)
Sistem akutansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akutansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.
Bahan Praktek Download disini


[1] Kirbrandoko, dkk, 1986, Manajemen Keuangan Edisi Kedelapan, (Jakarta: Erlangga), hlm. 6.
[2] Kirbrandoko, dkk, 1986, Manajemen Keuangan Edisi Kedelapan, (Jakarta: Erlangga), hlm. 3-4.
[3] Harmono, 2009, Manajemen Keuangan. (Jakarta PT Bumi Aksara), hlm. 1.